KABAR TANI

Bangun Kemandirian, Kelompok Tani HR 5758 Gelar 'Konspirasi' Positif di Warung Pecel Sroyo

Redaksi
Senin, 18 Mei 2026
Bojonegoro
Hariyanto dan Qodir Kelompok Tani HR 5758
Hariyanto, 47 tahun (kiri) dan Qodir, 45 tahun (kanan) saat berdiskusi di Warung Pecel Sroyo. (Foto: Dok. Istimewa)

BOJONEGORO – Suasana santai namun penuh gagasan terlihat di Warung Pecel Sroyo hari ini. Dua tokoh penggerak pertanian, Hariyanto (47) dan Qodir (45), tampak terlibat dalam diskusi serius yang mereka sebut sebagai "konspirasi" positif.

Bukan konspirasi politik, melainkan sebuah gerakan taktis untuk merumuskan masa depan Kelompok Tani HR 5758 agar bisa tumbuh menjadi kelompok yang mandiri, berdaya, dan tidak melulu bergantung pada bantuan pihak luar.

Meretas Jalan Menuju Petani Mandiri

Hariyanto (kiri), yang mendominasi jalannya diskusi, menekankan bahwa tantangan sektor pertanian ke depan akan semakin kompleks, mulai dari fluktuasi harga pupuk hingga akses pasar. Oleh karena itu, Kelompok Tani HR 5758 harus memiliki strategi internal yang kuat.

"Kami berkumpul di sini untuk menyamakan persepsi. Kelompok Tani HR 5758 harus naik kelas. Kita ingin menciptakan ekosistem pertanian dari hulu ke hilir yang dikelola mandiri oleh anggota kita sendiri," ujar Hariyanto di sela-sela kegiatannya.

Senada dengan Hariyanto, Qodir (kanan) menambahkan bahwa pemberdayaan ini akan fokus pada beberapa aspek krusial, di antaranya:

  • Optimalisasi pengelolaan pupuk mandiri untuk menekan biaya produksi.
  • Pemanfaatan teknologi tepat guna guna meningkatkan hasil panen.
  • Pembangunan jejaring pasar langsung agar petani mendapatkan harga jual yang lebih adil.

Mengapa di Warung Pecel?

Saat ditanya mengapa memilih Warung Pecel Sroyo sebagai tempat pertemuan, keduanya kompak tersenyum. Menurut Qodir, ide-ide besar seringkali lahir dari tempat yang sederhana dan merakyat.

"Di warung pecel seperti ini, suasana lebih cair. Kami bisa mengobrol tanpa sekat, langsung menyentuh akar rumput masalah yang dihadapi para petani sehari-hari," pungkas Qodir.

Langkah konkret dari "konspirasi" di warung pecel ini rencananya akan segera disosialisasikan kepada seluruh anggota Kelompok Tani HR 5758 dalam waktu dekat. Diharapkan, gerakan ini mampu menjadi pemantik semangat bagi kelompok tani lain untuk bersama-sama mewujudkan kedaulatan pangan nasional dari tingkat desa. (Red)